Uncategorized

Kabar Terbaru Hutang Negara yang Semakin Menggunung

Banyak hal yang dapat kita bahas mengenai sebuah negara dan dapat dikatakan, setiap topik dan permasalahan akan selalu ditemukan. Kita tentunya faham betul akan hal ini, karena dengan semua kekompleksannya, sebuah negara yang menjadi wadah ratusan juta orang memang juga akan mengalami permasalahan yang rumit. Apa lagi kalau kita berbicara tentang Indonesia. Salah satu negara berkembang dengan jumlah dan pertumbuhan penduduk yang sangat tinggi serta keberagaman yang sangat kompleks. Sebagai negara berkembang, Indonesia juga mengalami salah satu permasalahan yang sering dialami oleh negara-negara yang masi dalam perbaikan, yaitu permasalahan ekonomi. Permasalahan ekonomi yang paling sering menjadi bahan perbincangan masyarakat luas adalah terkait hutang negara. Kedua hal ini seperti dua sisi koin yang sulit untuk dipisahkan.

Hutang Makin Banyak, Untuk Apa?

Pertanyaan ini tentunya menjadi salah satu hal yang pertama kali terbersat di pikiran anda. Dalam hal ini, tentunya kita perlu belajar bersama mengenai keuangan yang dikelola oleh pemerintahan secara sekilas. Anda tentunya pasti tahu bahwa, pendapatan utama negara adalah bersumber dari pajak yang dikenakan negara terhadap masyarakatnya. Pajak yang dikenakan juga berbeda-beda, ada pajak penghasilan (PPH), pajak bumi dan bangunan (PBB), pajak pertambahan nilai (PPB), Bea perolehan hak tanah atau bangunan(BPHTB) dan pajak bea meterai (BM). Pajak yang dikumpulkan sesuai dengan perundang-undangan ini yang nantinya akan digunakan pula dalam menjalankan dan mencukupi kebutuhan negara secara keseluruhan, mulai dari perbaikan infrastruktur, pembayaran gaji pegawa pemerintahan dan pegawai negeri sipil, menjalankan proyek-proyek yang telah direncanakan negara dan tentunya juga untuk membayar bunga hutang negara yang ada. Sekarang bisa kita mulai rasakan pembangunan infrastruktur yang masif, mulai dari kereta LRT, MRT, kereta semi-cepat Jakarta Bandung, jalan Trans Kalimantan, Trans Papua, Trans Sumatra, pembangunan jalan tol dengan penerangan menggunakan solar cell, dan lain-lain. Namun dalam benak kita kembali timbul pertanyaan, kenapa hutang terus ditambah, padahal bunga hutang menjadi salah satu pengeluaran negara? Hal ini diakibatkan tidak seimbangnya antara penghasilan negara dengan pengeluaran yang dibuat negara melalui anggaran pembelanjaan negara (APBN). Hal inilah yang mengharuskan negara menggali pinjaman dan menambah hutang negara.

Rincian pendapatan dan pembelanjaan negara 2017

Hal ini memang akan menjadi jawaban atas semua pertanyaan yang muncul sebelumnya, mengenai bagaimana pemerintahan mengelola keuangan negara. Penambahan jumlah hutang yang dimiliki negara diperkirakan terjadi karena penurunan pendapatan negara yang awalnya diperkirakan mencapai Rp. 1.750,5 triliun, ternyata hanya mencapai Rp. 1.714,1 triliun sedangkan pagu belanja negara yang telah tertulis di anggaran pembelanjaan negara adalah sebesar Rp. 2.080,5 trliun mengalami kenaikan menjadi Rp. 2.111,4 triliun. Hal ini yang mengakibatkan pemerintah harus melakukan pinjaman luar negeri, sehingga ada dana yang digunakan untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi indonesia, sehingga permasalahan ini berangsur-angsur dapat teratasi. Namun pilihan ini memang cukup berisiko, namun hal ini tentunya juga butuh kontribusi dari semua segmen masyarakat, sehingga upaya beresiko yang ditempuh ini membuahkan hasil.